Ternyata aku penderita trypophobia :(

Kemarin tak sengaja membuka gambar2 irregular holes yang bikin merinding dan nafsu makan menurun..
ternyata sebagian besar masyarakat terjangkit sindrom ini, merasa jijik, mual dan pusing serta merinding melihat gambar dengan lubang2 tak beraturan.
gambar diambil dari site ini :

http://https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQgiQLDiCHsPcvtw_1f2euDiOliCb-ObCeGarKk0qh1af6mjbyCg
https://images.plurk.com/7iDpLCyH8uh4JKg3Oe6XxK.jpg

gross!!


Serta banyak gambar2 yang membuatku merinding, yang pada akhirnya aku menyimpulkan bahwa aku seperti judul postingan di atas..
Flashback dulu waktu kecil setiap melihat cermin, sering banget mengulurkan lidah dan amat membenci papila/butir pengecap yang ada di permukaan lidah. Kadang aku korek2 pakai tangan, digigit2 dengan gigi, jijik dan pengen mengikis habis itu papila…hehe..

Tara Klamp

Taraaa..!!
Rupanya sunat jenis ini nggak cocok buat harits.
Tanggal 25 Juni Harits sunat di klinik khitan Tara / Dr Harryman di kebon Pedes, dengan biaya Rp 800rb lebih. Tgl 30 Austus jadwal buka klamp.
Dan..penderitaan sunat yang sesungguhnya dimulai sejak lepas klamp sodara-sodara..
Titi*nya harits bengkak bukan main…trus bocah itu juga jejeritan melulu karena kesakitan. Ini sudah tanggal 3 Agustus, belum ada progres/kemajuan yg berarti dlm pemulihan khitannya. Bekas luka yang menghitam/nekrotik masih bertahan dengan kokohnya…seram juga…
Dokternya bilang nggak apa2…
Jaman dulu ayahnya 5 hari sunat yg konvensional / potong jait –> sudah bisa ngejar layangan..
katanya lebih rapi, cepat, nggak sakit de es be yang muluk2 itu ternyata nggak berlaku buat harits. Sudah seminggu lebih bolos sekolah, yang ada kesakitan melulu tiap hari…
😦

Lebaran di rantau (lagi)

Untuk ke sekian kalinya aku harus berlapang dada menjalani lebaran di rantau orang (bogor).
Tahun ini pihak tata usaha membuat kebijakan baru, yaitu tidak bolehnya cuti bersambung …
alias cuti batambuah 🙂
Yaaah sebagai pegawai yang baik aku pun harus patuh pada peraturan.
Pun, mudik tidak musti dilakukan saat lebaran, saat dimana antrian mobil (untuk jalur darat) di merak bukan lagi hitungan jam, namun antri berhari hari (lebay..maksutnyah lebih dari sehari gitu..:),
saat tiket pesawat jelata pp nya mencapai harga 3 juta per kepala..
Yah, itulah resiko memilih tinggal di rantau…
InsyaAllah akhir tahun nanti saat adikku merit, pulang berenam/sekeluarga dengan pesawat yang paling jelata..yang penting sampai…

ef ceh

Hari ini aku bertekad untuk kembali menjalankan kembali, mendisiplinkan lagi program ef ceh alias food combining. Pernah terbukti bahwa program ini sukses membuat badan menjadi enteng dan sehat serta jerawat free…

Menimbang resign

Salah satu indikator bahwa seseorang sudah malas bekerja adalah saat terbangun pagi di weekdays, terasa amat malas untuk memulai aktifitas yang berujung dengan berangkat ke kantor.

JENUH..!!!

Mungkin karena bekerja tak sesuai passion,
karena tiap berangkat kantor hati ini “meriyut’ menyaksikan si kecil yang tidak rela ditinggal ibu nya,
karena fitrah perempuan itu adalah di rumah,
karena nggak ada manfaat dari pekerjaan yang kulakoni,
karena…ada 1001 karena yang membuat aku malas2 an tiap berangkat kantor.

Mungkinkah sudah waktunya aku memikirkan resign?
Ah, tapi aku kan masih membutuhkan rupiah dari pekerjaan ini.

Kembali Mengingat2 masa sepuluh tahun lalu, saat2 aku masih lajang dan penuh semangatnya menginginkan pekerjaan ini.
Saat aku belajar siang malam demi lolos ujian seleksi yang ketat,
saat pengumuman keluar dan aku keterima..sungguh saat yang bahagia sekali.
Dengan berjuta niat yang mulia untuk membangun negeri.. (#jiahh..lebayy..)

Namun itu duluuuu..saat masih lajang
belum ada suami yang diurus
belum ada anak yang butuh perhatian
..
yah..dulu…duluuu sekali

sekarang beda,
Rabbighfirliii….

none

….
….
….
….
….
….
end
….
week end….
happy week end everyone…
🙂

Berat Badan Naik

Berat badanku naik.. setelah beberapa bulan kemarin mencapai berat badan yang kuinginkan..
indikasinya salah satu adalah tidak gampang ngos-ngosan..
namun itu cuma bertahan kira2 setahun saja sejak melahirkan hingga tandem nursing..
sekarang sejalan dengan nafsu makan yang susah dikendalikan, perlahan berat badan merambat naik lagi, sejalan juga dengan berkurangnya frekwensi bayi menyusui, dan yang satu sudah mau disapih.
(tampaknya ide bagus juga kalau ada yang mau riset tentang efek menyusui ke berat badan..)

well..selama menyusui aku makan apa saja sebanyak2 nya ternyata tidak jadi daging (istilah ibu2 di kantor)..jadi fase yang amat menyenangkan, saat kita bebas makan yang enak2 tanpa khawatir kelebihan berat, mungkin benar larinya ke ASI..
tapi sekarang, masa itu sudah mulai berlalu…tanda2 kelebihan lemak sudah mulai terlihat..di beberapa bagian tubuh yang kemarin bebas lemak…:(
mungkin sudah saatnya mengontrol cemilan…tidak bagus juga terlalu banyak asupan gula dan lemak (which is delicious…)
okay …berusaha mendisiplinkan menu…ganbatte…