Menilai orang

Menilai orang lain itu adalah pekerjaan paling ringan… Menunjuk orang juga gampang.. pun melabeli orang dengan label A, B, D dst…tidak sulit. Bahkan terkadang asik juga mematut2 orang. Me”ngepo”in orang lain (thats why acara-acara “gunjing/diperhalus bunyinya menjadi infotaiment” di TV sangat tinggi ratingnya..bahkan ada yang bertahan dlm hitungan puluh tahun…AMAZING… masih ingatkah kamu program silet? dengan presenter dan musik yang lebay/hehe..acara itu telah ada sejak saya sekolah saat berbusana putih abu tahun 90-an…sampai sekarang kayaknya masih ada tuh…pernah lihat selewat (oya..nonton “gunjing” sudah tidak masuk lg dalam agenda ku)

Ada juga yg namanya insert.Itu jg sudah lama pisan.dll skrg banyak modelnya, saya ngga apal.

Yang sulit itu adalah menilai diri sendiri. Sangat sulit untuk bisa objektif mengakui kekurangan diri, terkadang sulit juga menerima kritikan dari orang lain…
Pernah saya mendengar wejangan jaman dulu, kalau kita menunjuk orang berarti 4 jari lainnya mengarah ke kita…
Artinya, kita harus lebih banyak menilai diri sendiri, mengintrospeksi diri sendiri, ketimbang mencari-cari kesalahan orang, menghitung2 kekurangan orang…Hal ini dikhawatirkan dapat berujung dengan hasad/iri/dengki. Padahal kita tidak boleh iri terhadap orang lain kecuali dalam hal ilmu dan banyaknya amalan. Boleh iri dengan orang yang sudah hafal 30 juz Al Qur’an, sementara kita masih hafal juz 30 …(tapi kok nggak pantes juga ya.. terlalu beda kelas ..haha jauh..). Saya soalnya punya ustazah yang hafizhoh 30 juz, umurnya juga jauh di bawah saya..tp saya nggak bisa iri sama beliau…ya jauh lah…nggak ada gunanya juga saya iri, nggak dapat pahala juga, lagian kalau iri itu harus nya ada potensi buat mengejar..jadi iri dalam hal ini sebagai motivasi…lah saya jungkir balik juga nggak bakal menyamai beliau hafizhahillah…

okay…sekarang iri masalah duniawi..
hemmm..hemmm…kok yg iri ini malah sering ya…kadang masalah sepele aja bisa iri, trus dada sesak, trus tensi darah naik, jidat berkerut, bibir otomatis mengkerut, uring2 an (hehe gak lah..ini mah lebay aja..biar tulisannya seru)..
Mengapa ya kita sering terpeleset iri dalam masalah dunia…
ada teman saya yang pernah mendapat ujian maha dahsyat, terkait dengan hilangnya harta dlm jumlah fantastis.Namun dia dengan santainya mengukir senyum di bibir dan berkata..”ah..itu kan cuma dunia..”
Jleb…jlebbb..jlebbb..
Nah ini sesuatu yg tidak di tangan, kadang amat berambisi untuk menjangkaunya, menghabiskan energi memikirkannya, memutar otak (sampai pusing 7 keliling, plus ada burung mencuit2….berkeliling kepala)
Padahal…segala sesuatu telah tercatat di lauhl mahfudz.. jadi takdir kita itu sudah ada.rezeki dan jodoh sudah ditetapkan sebelum kita ada di dunia..dan hal itu tidak akan ketukar… so why..?

kembali ke judul..selama kita hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari 3 hal
1. tidak akan selamat dari omongan orang
itu sudah sunatullah,jadi biarlah orang itu membicarakan kita sepuasnya. Terserah mereka kalaupun mau membuat jadi buku bahkan jilid bersambung. Senang kan nanti di akhirat kita bisa mengambil kebaikan2 mereka..buah dari omongan atau kejelekan yg diperbuat orang lain kepada kita… aamiin..
Selalu ada aja ya orang kayak begini, nggak di pengajian, di sekolahan anak, di kantor, di komplek…well itu suatu kemestian hidup di dunia..
2. Hidup di dunia pasti menghadapi masalah.
Hal ini akan terjadi terus-terusan, tidak ada seorang pun yg dalam hidupnya terbebas dari permasalahan. Permasalahan dunia itu bisa berbagai macam, masalah sakit badan, anak nakal ,pekerjaan terbengkalai, marahan dengan suami, marahan dengan bos, ditipu orang, ..dll…dll… seorang muslim dalam menghadapi masalah akan besabar. Seorang muslim itu tidak pernah stres.. ni saya kasih link nya buat dibaca2 http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/orang-mukmin-tidak-pernah-stres.html
ini hadits yang mulia supaya kita lebih bijak menghadapi permasalahan hidup
“Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HSR Muslim no. 2999)
3. PASTI AKAN MENEMUI MATI…

bogor, pagi yang cerah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s