Lebaran di rantau (lagi)

Untuk ke sekian kalinya aku harus berlapang dada menjalani lebaran di rantau orang (bogor).
Tahun ini pihak tata usaha membuat kebijakan baru, yaitu tidak bolehnya cuti bersambung …
alias cuti batambuah 🙂
Yaaah sebagai pegawai yang baik aku pun harus patuh pada peraturan.
Pun, mudik tidak musti dilakukan saat lebaran, saat dimana antrian mobil (untuk jalur darat) di merak bukan lagi hitungan jam, namun antri berhari hari (lebay..maksutnyah lebih dari sehari gitu..:),
saat tiket pesawat jelata pp nya mencapai harga 3 juta per kepala..
Yah, itulah resiko memilih tinggal di rantau…
InsyaAllah akhir tahun nanti saat adikku merit, pulang berenam/sekeluarga dengan pesawat yang paling jelata..yang penting sampai…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s